Pernikahan Semarang - Indonesian Wedding Portal

Tanya Jawab Seputar Pernikahan Menurut Islam

Pernikahan Semarang - Berikut ini FAQ atau tanya-jawab seputar masalah Pernikahan menurut Islam.

T : Apakah boleh bagi muslim untuk meninggalkan nikah seperti pendeta?
J : Tidak boleh, karena tidak ada kependetaan dalam Islam.

T : Sejauh mana batas kemampuan "Al-ba'ah" yang dituntut dalam Islam untuk menikah?
J : Cukup untuk pemuda memenuhi nafkah berupa harta yang mencukupi untuk memenuhi nafkah, rumah yang layak baginya dan sekedar perabot rumah. Adapun yang berlebihan dari mas kawin dan permadani rumah diluar kemampuan dan membebani yang tidak wajar ini, tidak ada baiknya.

T : Mana yang lebih utama, apakah menikahi gadis atau janda?
J : Gadis lebih utama dan lebih baik akan tetapi menikahi janda tidak apa-apa.

T : Adakah cara lain yang disyariatkan yang membantu pemuda dan pemudi untuk bersabar dari nikah selain berpuasa seperti tersebut dalam hadits?
J : Ya... banyak cara, diantaranya menundukan pandangan dari memandang wanita lain, dan banyak membaca Al-Qur'an dan tidak menonton film porno dan tidak pula baca komik porno.

T : Disini ada orang telah punya isteri akan tetapi dia terjerumus ke dalam perbuatan zina, kenapa tidak bermanfaat nikahnya itu?
J : Karena mereka lemah imannya, maka lelaki atau perempuan yang nikahnya semata-mata karena syahwatnya, maka tidak cukup percampuran suami isteri, bahkan dia terbawa dengan syahwatnya pada kerakusan seperti anjing, maka dari itu tidak berguna nikahnya, karena mereka nikah tidak untuk memelihara kemaluan mereka dari yang haram, tapi nikahnya mereka seperti kawinnya binatang.

T : Apakah yang dimaksud adil di antara isteri-isterinya?
J : Adil yang dituntut yaitu dalam hal makan, pakaian, tempat tinggal dan bermalam, maka haram bagi suami untuk mengkhususkan salah seorang isterinya dalam sesuatu kecuali dengan izinnya dan ridhanya tanpa memaksanya. Adapun adil diantara isteri-isterinya dalam kecenderungan hati, maka itu tidak dituntut karena manusia tidak dapat menguasai kecenderungan hatinya.

T : Apakah orang mampu untuk adil di antara isteri-isterinya?
J : Ya, mampu, jika dia ingin demikian, memohonlah pada Allah agar diberi taufiq.

T : Kalau begitu bagaimana maksud firman Allah:
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian." (An-Nisaa': 129)
J : Yang dimaksud dengan ayat ini ialah cinta dalam hati, artinya tidak akan mampu berbuat adil diantara isteri dalam masalah cinta, meskipun engkau ingin sekali untuk itu, karena kecenderungan hati pada yang satu lebih banyak dari yang lain, yaitu kecenderungan seseorang yang tidak mampu untuk berbuat adil, maka ini tidak tercela dan tidak menyakitinya dengan syarat tidak menyebabkan pada kedzoliman dalam menggaulinya dan ini ada dalam kesempurnaan ayat:
"karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung." (An-Nisaa' : 129)
Artinya seperti tidak punya suami, dan dia seperti bukan isterinya. Maka hal ini dikuatkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dan pemilik Ashhabus Sunan yang empat dan Al-Hakim yang lainnya, dari 'Aisyah radhiallahu 'anha berkata: adalah Rasulullah Sawmembagi di antara isteri-isterinya lalu berbuat adil, kemudian beliau berdoa:
"Ya Allah, ini pembagian yang bisa aku lakukan dan jangan Engkau cela diriku terhadap apa-apa yang Engkau mampu dan aku tidak mampu.", yakni kecintaan dalam hati.

T : Apakah haram bagi lelaki berpoligami apabila tidak mampu berbuat adil diantara isteri-isterinya?
J : Ya, haram itu baginya.

T : Apa hukum wanita muslimah yang mengingkari adanya 'bidadari' disurga?
J : Sesungguhnya pengingkaran ini mengeluarkannya dari Islam -na'udzubillah- maka dia wajib memperbarui Islamnya dan bertaubat, dan mengimani bahwa di antara kenikmatannya surga ialah bidadari bagi lelaki.

T : Kemudian apakah suami akan memadunya (bertemu dengan isteri dari dunia) sedang dia akan menikah dengan bidadari?
J : Ya....benar, jika memang isteri itu termasuk ahli surga dengan iman dan amalnya, maka baginya nikmat yang tidak terhitung dan tak terbatas dan tidak ada lagi di dalam surga kecuali saling ridha dan meridhai. Adapun jika isteri yang di dunia termasuk ahli neraka, maka dia itu sejelek-jelek wanita dan neraka sejelek-jelek tempat kembali.

Add comment


Security code
Refresh

Pameran Pernikahan Online dan Direktori Vendor Pernikahan Indonesia Terpercaya www.PernikahanSemarang.com
Copyright © 2012 by Pernikahan Semarang - Direktori dan Informasi Paket Pernikahan. All rights reserved.

Login or Daftar GRATIS!

LOG IN

Daftar GRATIS!

Pendaftaran Pengguna
atau Cancel